Bahaya Sinar Biru dari Gadget bagi Mata Anda
Oleh 22 Februari 2019

Bahaya Sinar Biru dari Gadget bagi Mata Anda

Aktivitas menuntut Anda untuk memandang gadget? Hati, hati, perangkat elektronik memancarkan sinar biru yang bisa berbahaya bagi mata.

Menjaga kesehatan mata sangatlah penting. Sebab, aktivitas Anda bisa terganggu bila mata bermasalah. Salah satu kebiasaan yang kerap menjadi penyebab kerusakan mata adalah memandang layar gadget dalam waktu yang lama. Sinar biru yang terpancar dari perangkat tersebut bisa berbahaya bagi mata.

Mengenal lebih jauh tentang sinar biru

Cahaya matahari terbentuk dari banyak sinar (merah, oranye, kuning, hijau, biru dan violet) yang jika berkombinasi akan membentuk cahaya putih yang biasa Anda lihat. Masing-masing sinar ini memiliki panjang gelombang dan energi yang berbeda.

Pada sinar biru, cahaya terlihat dengan panjang gelombang 380-500 nm. Meski memiliki panjang gelombang yang lebih pendek, namun energi yang dimilikinya lebih besar. Sekitar satu pertiga dari cahaya yang terlihat tergolong cahaya berenergi tinggi (high-energy visible) atau dikenal juga dengan sinar biru.

Sumber utama dari sinar biru adalah cahaya matahari. Sinar ini biasanya Anda peroleh saat beraktivitas di luar ruangan. Namun, banyak juga sumber sinar biru buatan manusia, misalnya saja dari lampu LED dan layar gawai atau laptop.

Sinar biru dari sumber buatan ini jumlahnya memang jauh lebih sedikit dari sinar matahari. Namun, kebiasaan memandang gadget dalam waktu lama membuat Anda cenderung terpapar sinar biru lebih lama, apalagi dengan jarak yang lebih dekat.

Hal ini tidak mengherankan, mengingat sebagian besar dari Anda menghabiskan banyak waktu dengan gawai dalam kehidupan sehari-hari. Menariknya, sebuah studi menyatakan mata anak dapat menyerap lebih banyak sinar biru dari layar perangkat digital, jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Dampak sinar biru pada mata Anda

Mata Anda sebenarnya sudah memiliki sistem perlindungan. Bagian depan mata, seperti kornea dan lensa mata, sangat efektif untuk menghalangi sinar ultraviolet mencapai bagian retina mata (bagian mata yang sensitif cahaya dan terletak di belakang bola mata).

Faktanya, tanpa penggunaan kacamata hitam, hanya kurang dari 1 persen radiasi sinar ultraviolet yang mampu mencapai retina mata. Sayangnya, perlindungan ini tidak efektif untuk sinar biru. Hampir seluruh sinar biru akan melewati kornea dan lensa mata, sehingga mencapai retina mata.

Studi dalam laboratorium menunjukkan efek buruk dari sinar biru terhadap retina mata. Sinar ini diperkirakan akan merusak sel-sel dalam retina yang sensitif terhadap cahaya.

Akibatnya, muncul perubahan yang serupa dengan menurunnya fungsi makula yang terletak di bagian belakang retina, sehingga berpotensi mengakibatkan kehilangan penglihatan. Untuk menghindari kondisi tersebut, Anda disarankan untuk mengonsumsi suplemen yang memiliki kandungan lutein (antioksidan).

Tips menghindari kerusakan mata akibat sinar biru

American Academy of Opthalmology merekomendasikan konsumsi suplemen untuk mengurangi risiko menurunnya fungsi makula. Walaupun tidak dapat menyembuhkan, namun suplemen ini dipercaya dapat memperlambat terjadinya gangguan mata pada tahap awal.

Suplemen yang disarankan adalah yang mengandung lutein, vitamin C dan E, zeaxanthin, serta mineral zink dan tembaga. Dari sederet kandungan tersebut, lutein merupakan salah satu yang berperan cukup penting.

Lutein merupakan karotenoid yang tidak dapat dihasilkan tubuh manusia, sehingga perlu didapat dari makanan, misalnya saja dari buah, sayur, sereal, serta kuning telur. Lutein juga bekerja sebagai antioksidan dan karotenoid utama pada makula mata bersama zeaxanthin, sehingga dikenal juga dengan macular pigments (MP).

Selain degenerasi makula, sinar biru juga berpotensi menyebabkan digital eye strain. Kondisi ini ditunjukkan dengan keluhan seperti mata kering, lelah, dan kabur yang muncul setelah menatap layar dalam jangka waktu yang lama.

Keadaan ini disebabkan pendeknya gelombang sinar biru, sehingga mudah menyebar dan menyebabkan kesulitan fokus cahaya tersebut.

Selain dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung lutein, untuk mengurangi berbagai keluhan di atas, Anda dapat menerapkan teknik 20-20-20. Artinya, saat menatap layar setiap 20 menit, sebaiknya alihkan pandangan sekitar untuk melihat objek yang jauhnya kurang lebih 20 kaki (sekitar 6m) selama 20 detik.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, gunakan juga tetesan air mata buatan saat mata Anda terasa kering.

Sinar biru dapat ditemukan di sekitar Anda, mulai dari sinar matahari hingga layar gadget. Jadi, waspadalah terhadap efek buruk yang dapat ditimbulkan sinar biru bagi kesehatan mata Anda. Dan ingat, konsumsilah suplemen yang mengandung lutein untuk menjaga mata Anda tetap sehat meski harus berinteraksi dengan gadget.

 

Sumber:       

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6164534/
https://www.allaboutvision.com/cvs/blue-light.htm
https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/should-you-be-worried-about-blue-light
https://www.aao.org/eye-health/diseases/vitamins-amd
https://www.preventblindness.org/blue-light-and-your-eyes


Article & product discussion / comment