Kunyahlah!
Oleh 10 August 2016

Kunyahlah!

Apa yang sebenarnya terjadi setelah Anda mengunyah dan menelan makanan Anda? Ahli naturopathy Kathryn Terrill menjelaskan bagaimana makanan dilumatkan dan dicerna.

Di saat sebagian besar dari kita mengasosiasikan pencernaan sebagai proses yang terjadi di dalam perut, sebenarnya mulut kita sudah mengawali proses tersebut melalui dua langkah penting: pencernaan mekanis dan kimiawi.

Pencernaan mekanis – proses pengunyahan adalah refleks yang sebagian dilakukan secara sadar dan sebagian secara tidak sadar.

Pencernaan kimiawi – selama mengunyah, air liur dikeluarkan oleh kelenjar ludah di dalam dan sekitar mulut. Air liur mengandung enzim amilase yang menginisasi pemecahan tepung menjadi kepingan karbohidrat yan lebih kecil.

Gigitan Pertama

Bagaimana memulai pencernaan yang baik? Mudah – lakukan seperti yang dikatakan nenek dan mulalilah untuk mengunyah makanan dengan benar!

Mengunyah lebih dari sekadar penghancuran makanan secara fisik. Mengunyah juga meningkatkan produksi air liur. Air liur menginisiasi pencernaah karbohidrat, melembapkan rongga mulut dan membantu mencegah pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan bau napas tidak sedap dan kerusakan gigi. Semakin banyak kita mengunyah, semakin banyak air liur yang diproduksi, dan semakin baik proses pencernaan tersebut bekerja.

Jadi, sebearapa banyak kita harus mengunyah? Sebagai aturan dasar, jika Anda masih bisa mengenali makanan di dalam mulut Anda melalui teksturnya, Anda belum cukup mengunyahnya. Pastikan Anda menelan makanan yang sudah Anda kunyah sebelum memasukan suapan baru. Makan dengan tenang dan di lingkungan yang menenangkan akan meningkatkan usaha Anda untuk mengunyah dengan lebih baik.

Sikatlah Aksi Anda

Gigi adalah salah satu aset terpenting. Tanpa gigi yang sehat, mengunyah bisa menjadi mimpi buruk. Menyikat gigi setelah makan sangatlah penting. Carilah pasta gigi dan obat kumur dengan bahan alami berkualitas jika Anda memilih alternatif natural.

Siapkan Gusi

Sama pentingnya dengan kebersihan mulut, kesehatan selaput mukosa juga penting. Gusi dan lapisan dalam mulut sangatlah rentan, bentuk infeksi atau kerusakan apapun dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.

Pastikan gusi Anda terpelihara dengan asupan nutrisi yang baik. Kekurangan vitamin B12, zat besi dan folate dapat meningkatkan risiko sariawan, dan vitamin A telah teruji efektif memperbaiki kerusakan permukaan mukosa.

Awalilah Pencernaan dengan Baik

  1. Kunyah makanan baik-baik
  2. Telan makanan sebelum memasukan suapan baru
  3. Makan perlahan dan nikmatilah
  4. Ingatlah fakta bahwa makan pada akhirnya adalah mengenai nutrisi

Tahukah Anda?

  1. Rata-rata produksi air liur adalah 1000 hingga 1500 mililiter per hari
  2. Menelan makanan adalah proses rumit yang melibatkan lebih dari 22 kelompok otot yang berbeda

Selaput mukosa bereaksi terhadap luka dengan melepaskan senyawa antibiotik yang disebut sebagai ‘defensins’.


Kunyahlah! originally appeared on :
Article & product discussion / comment