Memilih-Milih Makanan di Usia Dewasa – Apakah Buruk bagi Kesehatan?
Oleh 14 September 2016

Memilih-Milih Makanan di Usia Dewasa – Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Ide dan saran bagi para orang tua dengan anak yang suka memilih-milih makanan tidak pernah habis. Tetapi, bagaimana jika memilih-milih makanan bukan hanya sebuah fase yang terjadi pada anak-anak?

Ini merupakan riset yang sangat terbatas, melibatkan orang dewasa yang hanya mengonsumsi macam makanan yang sangat terbatas, terkadang menghindari makanan yang tidak dikenali, atau menolak makanan berdasarkan karakteristik pengindraan seperti tekstur dan penampilan. Para pemilih makanan tersebut juga cenderung memilih makanan olahan dengan kandungan gizi yang sangat rendah.

Terdapat bermacam-macam teori mengapa beberapa orang dewasa memiliki kebiasaan memilih-milih makanan. Beberapa ahli mengatakan kebiasaan tersebut berasal dari kejadian di masa kecil – misalnya dipaksa makan atau mengalami konflik saat sedang makan. Beberapa ahli lainya mengatakan kebiasaan tersebut berkaitan dengan pengindraan.

Lalu, apakah hal tersebut merupakan suatu masalah besar?

Memilih-milih makanan belum tentu menjadi suatu masalah – jika makanan yang Anda pilih termasuk campuran padi-padian utuh, cereal, polong-polongan, sayuran, buah, dan protein tanpa lemak (misalnya telur atau daging). Tidak ada risiko besar akan kekurangan vitamin atau gizi bahkan jika Anda hanya mengonsusi satu makanan spesifik dari masing-masing jenis makanan tersebut.

Sebagai contoh, diet Anda terbatas pada sereal tertentu tetapi berkualitas baik dengan susu setiap pagi, diikuti dengan sandwich untuk makan siang dengan roti yang terbuat dari gandum utuh, dan satu buah-buahan utuh, kemudian bistik dan dua jenis sayuran untuk makan malam - meskipun sayuran yang Anda konsumsi tersebut terbatas hanya pada tiga atau empat jenis sayuran berbeda warna yang Anda sukai; maka Anda telah mendapat asupan gizi yang baik.

Memilih-milih makanan bisa menjadi penyebab masalah kesehatan jangka panjang ketika pilihan terbatas makanan yang Anda konsumsi tidak mencukupi gizi atau tidak mencakup berbagai kelompok makanan – atau jika kebiasaan memilih-milih makanan tersebut menimbulkan tekanan emosi atau masalah sosial.

Keragaman Menawarkan Nilai Terbaik

Tracie Hyam, ahli nutrisi terakreditasi, mengatakan bahwa keragaman jenis makanan adalah kunci untuk mendapatkan gizi yang dibutuhkan untuk kesehatan secara umum. “Bereksperimen dengan rasa, tekstur dan masakan baru sangatlah penting karena dapat mendorong dan menghasilkan kenikmatan sempurna dalam mengonsumsi dan juga keterlibatan sosial lebih jauh.”

Tracie mengaitkan berbagai kondisi kronis dengan diet yang tidak memasukkan gizi tertentu dari makanan.

“Kekurangan kalsium dan vitamin D dalam jangka panjang dapat mengakibatkan osteoporosis; kekurangan vitamin C dalam jangka panjang dapat meningkatkan peradangan dan kekurangan serat serta konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabakan masalah pada pencernaan, jantung, dan metabolisme glukosa – dan itu hanyalah sebagian kecil masalah yang dapat timbul!” jelasnya.

Apa yang Dapat Anda Lakukan Jika Anda Rewel Soal Makanan?

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan adalah berbicara dengan ahli kesehatan Anda. Jika Anda kekurangan gizi kunci tertentu, akan timbul risiko kesehatan jangka panjang. Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan darah dan ahli kesehatan Anda akan merekomendasikan suplementasi berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut.

Anda juga bisa merasakan manfaat dengan menemui konselor atau psikologis jika kerewelan Anda terhadap makanan menyebabkan tekanan sosial, atau Anda percaya mereka dapat membantu mengatasi masalah Anda.

Tracie juga merekomendasikan Anda untuk mencoba menambahkan porsi kecil makanan baru ke dalam piring Anda setiap harinya hingga akhirnya Anda terbiasa. “Jika Anda tidak biasa dengan jenis makanan tertentu dan ingin mencobanya sebelum membeli, berbelanjalah di pasar lokal! Penjual di pasar lokal biasanya tidak keberatan memberi sepotong untuk Anda coba terlebih dahulu.”

Ia menyarankan untuk tidak berhenti pada gigitan pertama ketika mencoba makanan baru. “Akan membutuhkan waktu untuk terbiasa atau siapkanlah makanan tersebut dengan cara berbeda yang bisa Anda terima. Jika ketakutan akan menyiapkan makanan adalah faktor yang membatasi Anda dalam mengonsumsi makanan tertentu, cari tahu dari internet dan Anda akan menemukan informasi yang luas mengenai cara untuk menyiapkan makanan tertentu.”

Terakhir, ahli naturopathy, ahli gizi atau ahli diet dapat membantu Anda untuk membuat ragam menu dan ide makanan yang akan mencukupi kebutuhan gizi Anda.


Memilih-Milih Makanan di Usia Dewasa – Apakah Buruk bagi Kesehatan? originally appeared on :
Article & product discussion / comment