Mengapa Para Ilmuwan Tertarik pada Phytonutrients
Oleh 12 August 2016

Mengapa Para Ilmuwan Tertarik pada Phytonutrients

Sejak dulu kala, kita telah mengetahui bahwa gaya makan sehat adalah salah satu komponen utama dari gaya hidup sehat. Ahli naturopathy Kathryn Terrill mengeksplorasi konsep makanan sebagai obat, dan riset yang berkembang ke arah phytonutrients.

Kembali ke abad ke-5 sebelum Masehi, Bapak pengobatan Barat, Hippocrates, disebut pernah mengatakan ‘biarkan makanan menjadi obatmu dan obat menjadi makananmu.’

Meskipun telah terjadi beberapa fase sepanjang sejarah ketika pengobatan Barat memiliki semuanya tetapi mengabaikan pentingnya konsep tersebut, riset modern kini menunjukan lagi dan lebih banyak lagi bahwa kita adalah benar-benar apa yang kita makan.

Peneliti ternama seperti Linus Pauling dan Victor Rocine memulai menggulirkan bola di awal abad ke-20. Dan lebih dari seratus tahun yang lalu, riset mengenai nutrisi telah membuat orang-orang mengelu-elukan manfaat makanan tertentu lebih dari sebelumnya.

Nampaknya, semakin kita melihat dampak dari kebiasaan diet pada populasi kita, sebuah pola mulai tampak. Banyak orang Australia (juga populasi Barat lainnya) mengonsumsi terlalu banyak kalori, dan di waktu yang bersamaan tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Hal tersebut mengarah pada masalah kelebihan berat badan dan kekurangan nutrisi, keduanya bersinergi meningkatkan risiko penyakit.

Sisi positifnya, tren ini mendorong para peneliti untuk menginvestigasi kaitan antara diet dan pencegahan penyakit, penuaan yang sehat dan kualitas hidup serta kesehatan jangka panjang. Ini adalah di mana phytonutrient mulai menjadi pusat perhatian.

Phytonutrient

Nenek seringkali menyuruh kita untuk memakan sayuran, dan bagaimanapun, ilmuwan terus-menerus menghasilkan saran yang sama. Tidak hanya karena memiliki kalori yang rendah dan vitamin serta mineral yang tinggi, sayuran juga mengandung banyak phytonutrient.

Phytonutrient, sesuai namanya, adalah zat nabati yang mempengaruhi warna, rasa, dan aroma pada buah-buahan dan sayuran. Bagi para foodies, ini sudah cukup menggiurkan, tetapi nampaknya banyak dari senyawa kecil ini yang memiliki potensi terapi tambahan. Ilmuwan telah menemukan sekitar 50.000 senyawa kecil (diperkirakan ada lebih dari 200.000) dan telah berhasil mendeskripsikan aksi terapinya masing-masing. Beberapa aksi tersebut adalah efek antioksidan, anti-inflamasi dan anti-mikroba.

Meskipun terdiri atas jumlah yang sangat banyak phytonutrient telah dikategorikan ke dalam kelas-kelas umum. Hebatnya, dari sekian banyak studi yang telah dilakukan, yang kita ketahui hanyalah sebagian kecil dari manfaat lengkapnya. Namun, apa yang telah kita ketahui lebih dari cukup untuk bahkan menginspirasi sinisme orang-orang untuk berbelanja di pedagang sayur lokal.

Ingin tahu lebih banyak? Berikut adalah daftar sebagian jenis phytonutrient dan di mana Anda bisa menemukannya.

 

Kelas Phytonutrient

Sumber Utama

Manfaat

Carotenoids

   
 

Beta-carotene

Wortel, ubi, bayam, labu, rockmelon, apricot

Antioksidan, dapat melindungi dari radiasi sinar UV

 

Lutein, zeaxanthin

Sayuran hijau berdaun (mis. kangkung, bayam), kuning telur

Antioksidan, dapat mengurangi risiko degenerasi makula dan katarak

 

Lycopene

Tomat yang dimasak dengan minyak, semangka, jambu biji, pink grapefruit, pepaya

Antioksidan

Anti-inflamasi

Thiols/dithiols

   
 

Alpha-lipoic acid

Kentang, bayam

Antioksidan,

Mendaur ulang antioksidan lainnya

 

Glutathione

Bawang putih, buah-buahan, sayuran

Antioksidan

Phenolic compounds (termasuk flavonoid)

   
 

Phenolic acids

Hampir semua buah-buahan dan sayuran, terutama kelompok cruciferous (kubis), tomat, berry

Antioksidan

Anti-inflamasi

 

Polyphenols

Buah-buahan dan sayuran, anggur (wine), teh hijau, minyak zaitun extra virgin, cokelat murni, kakao

Anti-alergen

Antioksidan

Anti-inflamasi

 

Anthocyans

Buah-buahan dan berry

Antioksidan

 

Caffeic acid (phenolic acid)

Buah-buahan (apel, pir, citrus), beberapa padi-padian dan sayuran

Antioksidan

Anti-virus

Dapat membantu kesehatan penglihatan

 

Proanthocyanadins (catechin and epicatechin)

Buah-buahan (apel, pir, grape seeds and persik), sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, buanga, teh, kakao

Antioksidan, dapat menstabilkan dinding kapiler dan membantu penyembuhan luka

 

Quercetin

Bawang bombay, kacang-kacangan, red wine, teh hijau, teh hitam, apel berry

Anti-alergi

Anti-inflamasi

Antioksidan

Anti-virus

 

Resveratrol

Red wine dan jus anggur merah

Anti-jamur

Anti-inflamasi

Antioksidan

Isothiocyanates

   
 

Sulforaphane

Brokoli, pucuk brokoli, kembang kol, kubis, kangkung, horseradish

Antioksidan

Indoles

   
 

Cruciferous indoles (indole-3-carbinol)

Kubis, brokoli, Brussels sprouts, kubis China, Chinese greens, kangkung

Antioksidan

 


Mengapa Para Ilmuwan Tertarik pada Phytonutrients originally appeared on :
Article & product discussion / comment