Antioksidan untuk Kesehatan Kulit
Oleh 23 March 2017

Antioksidan untuk Kesehatan Kulit

Rawatlah kulit Anda dengan memperhatikan asupan antioksidan dan melindungi diri dari sinar yang membahayakan kulit.

Para ahli setuju bahwa efek buruk sinar matahari pada kulit dapat menyebabkan kerusakan yang bersifat oksidan. Radiasi sinar UV matahari membentuk radikal bebas dan medorong perkembangan kanker kulit serta penuaan dini pada kulit. Membiasakan diri dengan hal-hal yang aman bagi kulit dalam kegiatan sehari-hari di bawah sinar matahari adalah penting untuk melindungi kulit Anda.

Namun, pemeliharaan kulit juga bisa dilakukan dari dalam. Antioksidan berperan sebagai ‘penyapu’ radikal bebas dan sebuah studi menunjukkan bahwa peningkatan antioksidan pada kulit dapat membangun perlindungan alami terhadap sinar UV; mencegah kulit terbakar sinar matahari bahkan kanker kulit.

Vitamin C memiliki peran penting dalam sistem antioksidan pada kulit, sedangkan paparan sinar UV mengurangi cadangan vitamin C pada kulit secara signifikan. Hal tersebut berarti tingkat vitamin C pada kulit Anda akan sangat rendah jika sejak awal Anda tidak memiliki cadangan yang cukup. Dalam penelitian terbaru, para peneliti menemukan hasil bahwa cadangan vitamin C pada kulit menjadi maksimal setelah membubuhkan larutan yang mengandung lima belas persen vitamin C pada kulit selama tiga hari.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa vitamin C dan E adalah pelindung kulit yang manjur dan kedua vitamin tersebut bekerja sama untuk mencegah kulit terbakar sinar matahari. Meskipun masing-masing bekerja dengan baik secara terpisah, vitamin C dan E saling melengkapi kinerja satu sama lain jika dikombinasikan. Sebuah studi menunjukkan bahwa pemakaian oral kombinasi vitamin C dan E dalam dosis tinggi, yaitu tiga gram vitamin C dan dua gram vitamin E per hari selama lima puluh hari atau lebih memberikan perlindungan signifikan terhadap terbakarnya kulit akibat sinar matahari. Sementara itu, hanya mengonsumsi salah satu vitamin tidaklah efektif sehingga studi tersebut mendukung hipotesis bahwa pemakaian oral vitamin C dan E dalam waktu bersamaan dapat meningkatkan kekebalan kulit terhadap sinar matahari. Antioxsidan ini juga dapat renurunkan risiko kanker kulit dan memberikan perlindungan terhadap sinar matahari.

Studi lain mengindikasikan bahwa antioksidan yang secara alami terdapat pada sayuran hijau, wortel, jagung, dan telur atau pada suplemen dapat menyerap sinar matahari kemudian menyaring radiasi sinar UV. Dalam percobaan selama dua belas minggu, peserta studi yang mengonsumsi suplemen carotenoid yang mengandung beta-caroten, lutein, dan lycopene mengalami penurunan kerentanan terhadap terbakarnya kulit akibat sinar matahari setelah tiga bulan dibandingkan kelompok peserta yang hanya mengonsumsi placebo.

Pada penelitian berbeda, antioksidan dari teh hijau memberikan perlindungan kulit yang berarti serta efek anti-radang yang mengurangi dampak kulit terbakar akibat sinar matahari. Sementara teh hitam memiliki kandungan yang memberikan perlindungan terhadap kanker kulit.

Penelitian tersebut memberikan bukti kuat bahwa asupan yang berupa kombinasi dari antioksidan memabntu mengurangi penuaan dini pada kulit dan meningkatkan kekebalan kulit terhadap terbakarnya kulit akibat sinar matahari dan kanker kulit. Dengan mengonsumsi antioksidan, Anda dapat menetralkan radikal bebas yang sangat erat kaitannya dengan penuaan dan perkembangan penyakit degeneratif.

Antioksidan memang perlu dipertimbangkan sebagai faktor yang sangat efektif dalam meningkatkan perlindungan terhadap sinar matahari. Meskipun demikian, para peneliti merekomendasikan untuk tidak hanya mengandalkan antioksidan dengan pemakaian oral dan/atau pemakaian luar, tapi juga menggunakan tabir surya (SPF 15 atau lebih), pakaian yang melindungi kulit dan topi yang membayangi wajah, leher, dan telinga untuk melawan kanker kulit.

Antioksidan dapat ditemukan pada berbagai macam makanan, termasuk buah dan sayuran hijau. Antioksidan juga tersedia dalam bentuk suplemen yang dijual di pasar swalayan, apotik dan toko kesehatan.


Antioksidan untuk Kesehatan Kulit originally appeared on :
Article & product discussion / comment