Perawatan Kuku Alami
Oleh 02 June 2016

Perawatan Kuku Alami

Beberapa nutrisi kunci untuk kuku kuat dan sehat.

Kuku memiliki materi penyusun yang didominasi oleh protein keratin. Kuku memiliki kecenderungan untuk tumbuh dengan kecepatan yang konsisten sepanjang hidup dan dipengaruhi oleh suplai darah, pengobatan, penyakit, atau infeksi. Berbeda dengan rambut, pertumbuhan kuku tidak dipengaruhi hormone.

Meskipun karakteristik utama kuku ditentukan secara genetis sejak awal, terdapat beberapa situasi yang mana penyakit dan nutrisi dapat memengaruhi pertumbuhan dan penampilan kuku.

Masalah Kuku

Kuku mengelupas atau pecah

Kuku dapat mengelupas atau mudah patah atau menjadi rapuh. Terdapat banyak penyebab untuk alasan ini, termasuk berikut ini:

  • Terlalu sering mencuci tangan, terutama dengan deterjen
  • Menggunakan dan menghapus kuteks.
  • Penggunaan berlebihan pada kuku atau beberapa kuku
  • Defisiensi silica, biotin, atau asam lemak essensial

 

Kuku bergerigi

Kuku yang bergerigi dapat terjadi karena proses penuaan alami, tetapi dapat juga disebabkan oleh hal lain. Kuku bergerigi biasanya muncul dengan garis-garis vertikal atau terkadang horizontal sepanjang kuku. Penyebab kuku bergerigi ini terdiri dari:

  • Penuaan
  • Kekurangan mineral seperti zat besi
  • Trauma pada kuku yang sedang tumbuh
  • Demam atau sakit
  • Kondisi lain seperti eksim atau arthritis

 

Perubahan warna kuku

Kuku dapat tampak bernoda pada seluruh bagian atau menampilkan bintik-bintik putih atau flek. Penyebabnya meliputi:

  • Kuteks kuku atau pewarna rambut
  • Obat-obatan, seperti anti-malaria atau obat-obatan kemoterapi
  • Asap rokok, yang secara umum memengaruhi beberapa kuku
  • Kekurangan zinc, yang merupakan pemicu produksi keratin, dapat memunculkan bintik-bintik putih pada kuku
  • Pada kasus-kasus penyakit serius dapat menyebabkan kekuningan dan penebalan pada kuku

 

Meskipun kuku kita terlihat dapat merawat dengan sendirinya, alam selalu dapat membantu. Pilihan teratas untuk nutrisi kuku yaitu:

Silika

Silika diduga turut berperan dalam sintesis protein pada jaringan penghubung dan kekuatan kuku. Silika dianggap dapat meningkatkan struktur kuku yang rapuh, termasuk kuku yang pecah dan mengelupas. Carilah suplemen silica atau ramuan ekor kuda. Sumber makanan yang mengandung silika diantaranya yaitu oats, gandum utuh, dan barley.

Zat Besi

Kekurangan konsumsi zat besi memengaruhi beberapa wanita dan mengakibatkan kelelahan, tetapi hal tersebut juga memiliki dampak pada kesehatan kuku. Zat besi yang tidak mencukupi dapat membuat kuku cacat (berbentuk seperti piring), bergerigi, atau rapuh.

Jika anda curiga akan kekurangan zat besi atau anemia, carilah anjuran dari professional di bidang kesehatan sebelum anda mulai menggunakan suplemen zat besi. Asupan harian yang direkomendasikan untuk zat besi bagi wanita yang belum mengalami menopause adalah 18 mg/hari dan suplemen dengan dosis lebih tinggi dapat dikonsumsi apabila anemia terdeteksi.

Makanan yang kaya akan zat besi terdiri dari daging merah, gandum, dedak gandum, ayam, dan sayuran berdaun hijau seperti bayam.

Biotin

Biotin merupakan vitamin B yang juga dikenal sebagai vitamin H. Biotin, berbeda dengan vitamin-vitamin B lainnya, diproduksi sebagian besar oleh bakteri di jalur pencernaan, dan diketahui bahwa biotin turut berperan dalam proses penting yang membantu membuat kuku yang sehat. Takaran lebih dari 2,5 mg/hari terbukti dapat membantu mengatasi masalah kuku rapuh dan tipis.

Gamma Linolenic Acid (GLA)

GLA merupakan asam lemak omega-6 yang ditemukan pada borage dan evening primrose oil. Asam lemak ini dilaporkan dapat membantu mengatasi kuku yang rapuh. Gunakan satu gram evening primrose oil tiga kali sehari.


Perawatan Kuku Alami originally appeared on :
Article & product discussion / comment