Apakah Seafood Dapat Melangsingkan?
Oleh 02 June 2016

Apakah Seafood Dapat Melangsingkan?

Makanan laut tidak hanya baik untuk kesehatan Anda, penelitian terbaru menunjukkan peranannya dalam mengendalikan bentuk tubuh Anda. Pelatih pribadi online Andrew Cate mengeksplorasi peranan lemak omega-3 dalam manajemen berat badan.

Apakah itu asam lemak omega-3?

Tidak semua lemak memiliki reputasi buruk. Bahkan, beberapa jenis lemak mempunyai peranan penting bagi kesehatan dan kesejahteraan.

Omega-3 adalah asam lemak esensial, yang berarti harus diperoleh dari makanan karena tidak dapat diproduksi oleh tubuh.

Sumber makanan terkaya yang megandung lemak omega-3 berasal dari ikan air dingin seperti salmon, mackerel dan sarden, tetapi juga dapat ditemukan pada semua jenis ikan dan seafood dengan kadar yang lebih rendah.

Asam lemak omega-3 berperan penting dalam membangun struktur dinding setiap sel dalam tubuh manusia, sangat penting bagi kesehatan jantung, reproduksi, fungsi kognitif dan sirkulasi.

Bagaimana asam lemak Omega-3 dapat mempengaruhi berat badan?

Ketika diolah dengan cara yang baik, ikan dan seafood mengandung sedikit lemak dan sebagai sumber protein, dapat diolah menjadi hidangan yang lezat, sebagai tambahan di dalam pola makan dengan nilai rendah kalori cocok untuk program penurunan berat badan.

Saat ini semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dalam ikan dan seafood dapat membantu mempercepat penurunan berat badan, atau lebih khususnya sebagai penghancur lemak.

Salah satu studi terkini dilaporkan dalam British Journal of Nutrition menemukan bahwa peningkatan kadar asam lemak omega-3 dikaitkan dengan rendahnya kejadian obesitas.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki kadar asam lemak omega-3 hampir 1 persen lebih rendah dibandingkan orang dengan berat badan yang sehat. Peningkatan kadar omega-3 dikaitkan dengan BMI (Body Mass Index) yang lebih sehat, ukuran pinggang dan pinggul yang lebih kecil.

Penelitian tambahan menemukan bahwa konsumsi ikan atau suplemen minyak ikan sebagai bagian dari diet rendah kalori menghasilkan 1 kilogram lebih banyak kehilangan berat badan setelah 4 minggu dibandingkan dengan diet yang sama tanpa makanan laut atau suplemen omega-3.

Dengan kata lain, asam lemak omega-3 di dalam ikan dan seafood memiliki sifat yang unik, dalam program penurunan berat badan, dan bukan hanya karena makanan rendah kalori. Para peneliti percaya bahwa asam lemak omega-3 dapat membantu manajemen berat badan dengan meningkatkan perasaan kenyang setelah makan (mengurangi hormon rasa lapar) dan dengan meningkatkan produksi panas (meningkatkan metabolisme Anda).

Kandungan lemak omega-3 di dalam ikan dan seafood


Sumber


Kandungan Omega-3 (mg)


Porsi


Ikan sarden (Kaleng)

2800

100 gram

Ikan todak (swordfish)

1060

100 gram


Kapsul Minyak ikan (rata-rata)


1000

1 tablet

Ikan Salmon Atlantik

650

100 gram

Ikan salmon (kaleng)

500

100 gram

Gemfish

441

100 gram

Ikan Kembung (mackerel) Spanyol

411

100 grams

Ikan Rainbrow trout

309

100 grams

Ikan cod mata biru

300

100 grams

Ikan snapper

220

100 grams

Ikan tuna (kaleng)

177

100 grams

Tiram

150

100 grams

Ikan bream

146

100 grams

Udang

120

100 grams

Ikan Tuna

117

100 grams

Ikan barramundi

110

100 grams

Lobster

105

100 grams

Bagaimana Bila Anda tidak makan ikan dan seafood?

Karena beberapa orang tidak makan ikan atau makanan laut, atau tidak makan cukup untuk mendapatkan jumlah yang cukup dari lemak esensial, maka sekarang ini lemak omega-3 ditambahkan ke makanan lain dalam upaya untuk meningkatkan konsumsi.

Misalnya, telur yang diperkaya omega-3, yogurt dan roti yang tersedia di sebagian besar supermarket. Suplemen yang menyediakan sumber terkonsentrasi asam lemak omega-3 juga banyak tersedia.

 

Micallef, M et al. Br J Nutr. 2009. Diterbitkan secara online
Am J Clin Nutr. 2007 86: 1267-1274.




Apakah Seafood Dapat Melangsingkan? originally appeared on :
Article & product discussion / comment