Abaikan Stres – Risiko Ditanggung Sendiri
Oleh 10 August 2016

Abaikan Stres – Risiko Ditanggung Sendiri

Banyak riset ilmiat menghubungkan tingkat stres, bagaimana Anda mengelola stres dan bahkan bagaimana Anda mengartikannya, terhadap kesehatan fisik dan mental Anda. Namun, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh Anda ketika stres? Dan apa yang terjadi jika Anda mengabaikan stres untuk waktu yang lama?

 Sepertinya konsep stres sudah ada sejak lama. Dikaitkan sebagaimana adanya pada respon fight-or-flight, tentunya leluhur kita dari zaman Paleolitikum mengalami stres sebagaimana mereka melarikan diri dari singa gua yang buas. Namun stres seperti yang kita ketahui hari ini, seperti kata yang mendeskripsikan suatu kondisi tekanan psikologis, baru muncul sekitar tahun 1930-an. Semua kolom dan setiap inci pada layar saat ini dipersembahkan untuk artikel yang membahas stres, tetapi New York Times, sebagai contoh, tidak memuat cerita tentang subjek tersebut hingga tahun 1976.

Pusat dari konsep stres adalah homeostasis, keadaan tubuh yang mempertahankan konsentrasi zat dalam tubuh agar tetap seimbang. Faktor lingkungan mengganggu homeostasis secara terus-menerus, dan tubuh bekerja untuk tetap menyeimbangkannya. Stres dapat menjadi penyebab sekaligus akibat tambahan dari keseimbangan yang terganggu.

Meskipun konsep tersebut agak baru, tidak ada alasan untuk menyingkirkan stres sebagai penderitaan masa kini – sebuah kelemahan pada konstitusi yang lunak dan modern.

Banyak riset ilmiat menghubungkan tingkat stres, bagaimana Anda mengelola stres dan bahkan bagaimana Anda mengartikannya, terhadap kesehatan fisik dan mental Anda. Namun, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh Anda ketika stres? Penjelasan sederhananya adalah bahwa otak kita memicu pelepasan beberapa hormon, termasuk adrenalin dan cortisol. Hormon-hormon tersebut meningkatkan denyut jantung, pernapasan, tekanan darah, metabolisme dan tegangan otot.

Para ilmuwan sepakat bahwa stres jangka pendek dapat memberikan manfaat. Lonjakan tajam dalam adrenalin dan cortisol yang memberi energi pada respon fight-or-flight membantu kita ketika terjadi hal yang menantang dan berbahaya. Hal tersebut dapat membantu kita mengatasi keadaan darurat, membuat perubahan dan meningkatkan kinerja kita. Ketika situasi penuh tekanan berlalu, otak kita berhenti memproduksi kedua hormon tersebut dan tubuh kita pun kembali pada kondisi normal.

Namun, apa yang terjadi jika otak tidak mengirimkan pesan tersebut, dan tubuh kita terus memproduksi adrenalin dan cortisol dalam periode yang lama?

Bagaimana Stres Jangka Panjang Mempengaruhi Kita

Apa arti stres berkelanjutan dan tidak terselesaikan bagi kesehatan fisik dan mental terus-menerus menjadi subjek banyak penelitian. Cortisol telah terbukti melemahkan aktivitas sistem imun yang menjadi penyebab mengapa stres bisa membuat kita sakit.

Keinginan wanita untuk hamil dapat digagalkan oleh stres dalam beberapa cara. Stres dapat menunda ovulasi dengan menekan hormon tertentu, menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur. Hal tersebut dapat berdampak pada fungsi ereksi pada pria dan menimbulkan masalah keintiman.

Terdapat suatu hal pada masalah kesehatan lainnya yang dikaitkan dengan stres, termasuk sedikit di antaranya adalah sakit kepala, radang sendi, kecemasan dan kondisi kulit.

Jadi, kali berikutnya Anda merasa stres, berhentilah dan perhatikan. Tubuh Anda mencoba memberi tahu bahwa ia harus mencari keseimbangannya dan membutuhkan bantuan Anda.

Kenali stres lebih jauh.


Abaikan Stres – Risiko Ditanggung Sendiri originally appeared on :
Article & product discussion / comment