Juice Cleanse – Apakah Benar-Benar Bekerja?
Oleh 14 September 2016

Juice Cleanse – Apakah Benar-Benar Bekerja?

Apakah demam juice cleanse hanya sebuah tren atau benar-benar bisa membantu kesehatan Anda?

Tren juice cleanse hadir dengan banyak janji manis, mulai dari penurunan berat badan, kulit sehat, kekebalan tubuh yang lebih kuat, hingga usus yang lebih sehat, mood yang lebih baik, dan energi yang lebih banyak.

Meskipun mengonsumsi buah dan sayur telah memainkan peran penting dari semua janji tersebut dan lebih banyak lagi, apakah hal yang sama juga bisa didapatkan dengan meminum jus dan hanya meminum jus selama beberapa hari?

Juice cleanse atau ‘berpuasa’ telah diketahui memiliki dampak positif untuk kesehatan,” ucap ahli naturopathy Nadine Bedewi, sekretaris Australian Naturopathic Practitioners Association.

“Pada orang dewasa yang tidak cukup sehat, juice cleanse selama tiga hingga lima hari dapat dilakukan untuk membantu mengurangi beban organ-organ eliminasi (hati, ginjal, kulit dan paru-paru) dan membuatnya untuk fokus mengeliminasi racun yang tertimbun atau sisa metabolisme.”

Banyak orang menyatakan bahwa mereka menjadi lebih fokus dan berenergi setelah melakukan juice cleanse.

“Peningkatan antioksidan, vitamin dan mineral, baik dari jus maupun whole food, dapat membantu meningkatkan energi Anda. Namun, diet whole food cenderung lebih dapat memenuhi kebutuhan tubuh kita daripada jus,” jelas Katherine Baqleh, pakar diet dari Health Victory Nutririon Experts.

“Meminum buah-buahan tidaklah sepuas mengunyahnya, dan jus memiliki respon yang lebih cepat dalam tingkat gula darah dibanding buah utuh segar.”

Bagaimana dengan penurunan berat badan tanpa mempertimbangkan gizi, apakah juice cleanse merupakan cara yang sehat?

“Mengikuti tren juice cleanse dengan pemikiran bahwa hal tersebut baik bagi Anda mungkin tidak akan terlalu berpengaruh jika Anda sudah mengonsumsi diet seimbang,” ujar pakar diet Leanne Elliston dari Nutrition Australia.

“Akan tetapi, seseorang dengan diet buruk yang mengonsumsi banyak makanan yang diolah secara berlebihan dan tinggi akan lemak jenuh, gula dan/atau garam, yang kemudian menggantinya dengan pilihan menyehatkan kaya akan buah dan sayur akan mendapatkan hasil gizi yang lebih baik.”

Baqleh sependapat tetapi menjelaskan lebih jauh bahwa meskipun segelas jus mengandung vitamin esensial, mineral dan phytonutrient, bulir dan kulitnya juga penting untuk dimasukkan jika memungkinkan.

“Masalah utamanya adalah hilangnya serat akibat proses juicing. Serat tidak hanya menjaga Anda tetap stabil tapi juga berperan sebagai makanan bagi bakteri baik dalam usus, membuatnya dapat berkembang,” jelasnya.

Baqleh juga menyoroti sensitivitas jus terhadap panas dan cahaya sehingga jus yang sudah didiamkan lama dalam botol bening tidak memiliki kesegaran dan nutrisi yang sama lagi.

Jika Anda memutuskan untuk mencoba melakukan juice cleanse, Elliston memiliki saran: jus yang Anda minum harus memiliki kandungan sayur yang dominan untuk menghindari asupan gula berlebih selama pembersihan.

“Meskipun demikian, penting jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu untuk berkonsultasi dengan praktisi kesehatan sebelum melakukan juice cleanse. Saya tentu tidak akan merekomendasikannya pada anak-anak atau usia lanjut, kecuali dianjurkan secara spesifik oleh ahli kesehatan mereka.”


Juice Cleanse – Apakah Benar-Benar Bekerja? originally appeared on :
Article & product discussion / comment