Cara Tepat Ciptakan Bonding Ibu dan Bayi
Oleh 14 March 2019

Cara Tepat Ciptakan Bonding Ibu dan Bayi

Dengan cara yang tepat, bonding atau ikatan antara ibu dan bayi bisa tercipta dengan erat.

Bonding merupakan ikatan emosional yang intens antara ibu dan bayi. Hal ini mendorong ibu untuk memberikan kasih sayang, pengasuhan, dan perlindungan penuh pada bayi agar bisa memiliki tumbuh kembang yang optimal secara lahir dan batin.

Konsep bonding diperkenalkan di tahun 80-an oleh dokter Marshall H. Klaus dan John H. Kennell melalui bukunya, Maternal-Infant Bonding. Mereka menemukan bahwa manusia memiliki ‘periode sensitif’, yakni saat lahir di mana ibu dan bayi diprogram secara unik untuk berhubungan serta melakukan hal-hal baik satu sama lain. Dari penelitian berikutnya, mereka mendapati bahwa pasangan ibu dan bayi yang melakukan bonding setelah proses kelahiran mampu mengembangkan kelekatan (attachment) yang lebih erat di kemudian hari.

Tak sekadar itu, bonding juga bermanfaat bagi kesehatan bayi secara umum. Seorang ibu yang penuh perhatian dan kasih sayang tentu akan berusaha agar bayinya tidak ‘stres’ secara fisik maupun emosional. Dengan demikian, bayi akan terhindar dari gangguan tidur, masalah pencernaan, gangguan daya ingat, depresi, dan obesitas.

Menciptakan bonding ibu dan bayi

Agar bonding bisa segera terbentuk, berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan segera setelah bayi lahir:

  1. Minta pihak rumah sakit mengizinkan Anda untuk Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Sebagian besar rumah sakit kini telah mempraktikkan IMD. Ini adalah proses di mana bayi langsung ditempatkan di atas perut dan dada ibu segera setelah lahir, atau setelah tali pusat dipotong dan bayi dibersihkan.

Bila rumah sakit tempat Anda melahirkan belum mempraktikkan IMD, mintalah kepada dokter dan perawat agar hal itu boleh dilakukan. Kecuali, ada masalah medis tertentu sehingga Anda dan bayi harus berpisah sementara.

  1. Biarkan bayi menyusu segera setelah lahir

Segera setelah lahir, sebagian besar bayi secara alami akan menjilat puting payudara, sementara sebagian lagi bahkan mampu mengisap payudara ibu. Stimulasi ini akan mengeluarkan hormon oksitosin, yang membantu kontraksi rahim sehingga akan mengurangi perdarahan setelah lahir. Stimulasi yang sama juga memicu keluarnya prolaktin, yakni hormon yang memproduksi air susu ibu (ASI).

  1. Rawat gabung bersama bayi

Agar tercipta bonding yang lebih intens, Anda dapat meminta untuk rawat gabung bersama bayi. Jadi, bayi tidak tidur di ruangan terpisah, melainkan satu kamar dengan Anda selama di rumah sakit.

  1. Sentuh bayi Anda

Selain stimulasi dari kontak kulit saat menyusui, bayi juga perlu menikmati usapan lembut dari ibu yang membelai seluruh tubuhnya. Secara medis, tindakan ini pun bermanfaat bagi bayi. Belaian lembut ibu mampu membuat bayi yang baru lahir bernapas menigkuti irama yang teratur.

  1. Tatap bayi Anda

Bayi yang baru lahir dapat melihat Anda secara optimal pada jarak 20–25 sentimeter, kurang lebih seperti jarak antara mata dengan puting payudara saat menyusui.

Tempatkan bayi dengan posisi wajah menghadap wajah Anda, sesuaikan posisi kepalanya dan kepala Anda sehingga kedua pasang mata bisa bertemu. Nikmati momen ini sebelum bayi tertidur kembali.

  1. Ajak bicara

Secara alami, seorang ibu akan berdialog dengan bayinya yang baru lahir. Studi menyebut bahwa suara ibu mengeluarkan irama yang unik dan menghibur untuk buah hatinya.

  1. Miliki waktu berkualitas

Bila bayi sudah cukup kuat untuk dibawa jalan-jalan, Anda dapat membawanya pergi berdua saja untuk sekadar mengelilingi rumah atau ke kebun binatang. Ajak juga pasangan Anda untuk menikmati momen kebersamaan ini. Dengan demikian, bonding dengan sang ayah juga akan terbentuk.

Sebagian besar bayi siap untuk melakukan bonding segera setelah lahir. Sedangkan ibu, ada yang mampu bonding dalam waktu beberapa menit atau di hari-hari pertama setelah bayi lahir, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama.

Anda tak perlu terburu-buru, sebab bonding adalah sebuah proses, bukan sesuatu yang terjadi dengan instan. Tak ada juga batasan kapan bonding harus terjadi. Sesungguhnya, bonding akan tercipta dengan sendirinya saat Anda mengasuh bayi. Hal tersebut bahkan sudah dimulai sejak Anda dipenuhi dengan rasa cinta dan sukacita melihat senyum pertama si Kecil ketika dilahirkan ke dunia.

 

 Sumber:

https://kidshealth.org/en/parents/bonding.html

https://www.askdrsears.com/topics/pregnancy-childbirth/tenth-month-post-partum/bonding-with-your-newborn/bonding-with-baby

https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/prenatal/delivery-beyond/Pages/Bonding-With-Your-Baby.aspx


Article & product discussion / comment